Dari : Tan Hui Khong, Pemagkal – Kalimantan Barat
Saya berterimakasih kepada kakak ipar saya yang berada di Pademangan, Jakarta Utara, sewaktu saya ke Jakarta saat bengceng (sembahyang leluhur). Saya diberi tahu program ini, semula saya sangat ragu sekali apalagi pendidikan kurang, sehingga menurut saya kurang masuk logika, apalagi masalah perbankan di daerah kami tinggal terbatas, tapi faktor kemiskinan dan keluarga hidup susah selama bertahun-tahun. Di tambah keyakinan dari ipar, saya dan istri saya nekat menjual cincin kami satu-satunya untuk mengikuti program ini dan biarlah kalau ini penipuan / bohong, kami sudah anggap seperti berjudi (pasang nomor sie jie). Kemudian saya mentransfer ke empat nomor rekening dalam program ini masing-masing Rp. 20.000,- lalu saya fotocopy perbanyak kurang dari 300 set. Lalu saya sebarkan mulai dari Pontianak sampai Sambas. Selang satu bulan kemudian. Saya terheran-heran nyaris tidak percaya sewaktu mengecek rekening terlihat saldo saya Rp. 815.365.000,- istri saya langsung pingsan lemas saya beri tahu.  Terimakasih sekali lagi kepada Tuhan yang telah membebaskan kami dari kemiskinan dengan jalan mengikuti program ini, sekarang kami tinggal di Pontianak dan sudah punya 1 unit ruko, 1 unit mobil dan 2 sepeda motor anak-anak kami dapat melanjutkan sekolah di salah satu universitas favorit di Pontianak.